Smiley

9:30:00 PM
0
Bersama Ust. Taufik AB, Dewan Syari'ah Lembaga YDSF, tahun ini hari pertama tausiah tarawih. Beliau mengingatkan fasilitas yang telah disediakan oleh Allah. Dalam satu hari, hati kita disucikan oleh Shalat lima waktu. Dalam satu minggu, jiwa kita dibersihkan dengan Shalat Jumat. Dan dalam satu tahun, ruhani kita digembleng dengan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Berkah Ramadhan akan kita songsong, dan sebagainya kita persiapkan segala sesuatu.

Manajemen Ramadhan


Diingatkan kembali juga dengan petikan akhir ayat dalam Surah Al Baqarah 184, bahwa jika kita berilmu atau mengerti, akan tetap berpuasa meski tidak ada kewajiban dari Allah. Sebuah pertanda dari Allah yang memberikan indikasi rahasia besar dalam ibadah puasa. Hal ini juga didasarkan dalil dalam ayat sebelumnya yang menggunakan kalimat 'kutiba', atau dalam istilah bahasa Indonesia dengan kata kerja pasif. Puasa juga telah diwajibkan pada umat yang terdahulu agar 'bertakwa'. Mengikuti kewajiban puasa juga terdapat keringanan - keringanan bagi seseorang berdasarkan keterangan pada ayat yang kemudian.
وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dalam Ramadhan, pelajaran yang tergali dalam tausiah pertama ini adalah manajemen waktu. Dengan memetik hikmah perjalanan dakwah Nabi ﷺ dalam jangka waktu kurang lebih 23 tahun. Waktu yang relatif singkat untuk mengawali peradaban Islam di seluruh dunia. Majelis ilmu yang paling baik selama sejarah umat manusia. Bahkan terkisah, ketika menuntut ilmu dalam majelis Nabi ﷺ shahabat begitu fokus dan berdedikasi. Sehingga ketika mereka dalam majelis, burung yang hinggap tidak terganggu karena 'mengira' mereka bukan makhluk bergerak.

Betapa efektif dan efisien dakwah Nabi ﷺ sampai Allah bersumpah dengan umur Sang Rasul ﷺ. Dalam sebuah ayat tentang Kaum Nabi Luth 'alaihissalam, surah Al Hijr 72, Allah jalla wa 'ala bersumpah tentang kesesatan kaum Sodom dengan umur Nabi ﷺ. Sebagaimana adat yang menjadi kehendak Allah jalla wa 'ala ketika bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya.

---

Sudah jamak bagi kita, kemudahan dalam Ramadhan sering kita dilenakan. Kita lebih memilih untuk memperbanyak tidur karena tidurnya orang puasa yang bernilai ibadah. Apalagi jika diniatkan untuk menghindari kemaksiatan. Cara yang memang mudah, ya ...

Namun, dari nilai tidur yang dalam bulan puasa ini, terdapat kesiaan dari waktu utama yang hanya dalam satu bulan, setahun. Kita juga tidak mendapat jaminan bahwa umur kita akan sampai pada Ramadhan yang akan datang. Sungguh, jika kita digembleng dalam hikmah islam telah menjadi orang yang paling hemat dengan umur. Sebagaimana generasi tabi'in yang begitu cemerlang di usia yang sangat muda. Dan generasi pertama yang telah berusia rata - rata sebaya dengan Nabi ﷺ, hanya dalam jangka yang pendek umur mereka. Generasi Khalifah pengganti Nabi ﷺ yang telah meletakkan dasar dakwah Islam ke seluruh dunia. Jalan kita di nusantara dapat mendapatkan hidayah Islam.

Sebaliknya, sudah menjadi hal yang wajar bagi orang yang cerdas untuk menyiapkan manajemen waktu selama Ramadhan. Semisal, target untuk khatmil quran berapa kali? Atau untuk memperbaiki shalat rawatib. Menambah jumlah majelis ilmu yang dihadiri. In kuntum ta'lamuun. Firman yang jelas dari Allah jalla wa a'la yang memberikan derajad lebih kepada orang yang cerdas dalam imannya, orang yang berilmu. Sungguh tidak mudah, namun kita dijanjikan yang lebih baik dari usaha yang kita amalkan. Allahu A'lam.

0 Komentar:

Posting Komentar